Harga Daging Sapi Masih Mahal, Pedagang Merana, Lesu, dan Mengeluh

esdddd

Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Senin (22/2/2016), masih mahal. Hal itu membuat pedagang mengeluh karena sepinya pembeli.
Samin (52), seorang pedagang daging sapi di Pasar Rumput Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Mengatakan ia dan pedagang lain menjual daging sapi dengan harga rata-rata Rp 120.000 per kilogram (kg).

Menurutnya harga itu termasuk mahal karena daya beli masyarakat berada di kisaran Rp 95.000-Rp 100.000 perkilogram. “ Buktinya pembeli sepi.”-katanya.

“Pedagang jadi serba susah. Mau jual murah nggak mungkin karena rugi. Tapi dengan harga sekarang nggak ada yang mau beli.” ujar Samin kepada Warta Kota.

Menurut Samin, mahalnya harga daging sapi sudah berlangsung sejak tahun lalu. Imbasnya, sudah beberapa bulan terakhir pedagang hanya mampu menjual daging sapi dalam jumlah kecil.

“Dulu saat harganya masih Rp 95.000 (per kg), saya bisa jual 50 kg sehari. Sekarang bisa kejual 20 kilo saja sudah bagus,” katanya.

Sunyoto (43), pedagang lainnya, mengatakan, pedagang mau tak mau menjual daging sapi seharga Rp 120.000 perkilogram karena harga di tingkat feedloter (penggemukan sapi) sendiri sudah mahal. Hal itu karena mayoritas daging sapi masih impor dan proses distribusinya memakai dollar.

“Pemerintah kan bilang sapi lokal sudah banyak di pasar. Kenyataannya yang banyak masih sapi impor. Sapi lokal masih jarang,” bilang Sunyoto.

Dia menduga harga daging sapi belum akan turun hingga dua-tiga bulan ke depan. Bahkan, harga komoditas ini sangat mungkin naik menjelang bulan Ramadhan Juni yang akan datang. “Bisa sampai Rp 150.000 perkilo kalau bulan puasa,” katanya.

Mahalnya harga daging sapi juga dikeluhkan pedagang di Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bahkan harga rata-rata daging sapi di pasar ini lebih tinggi dibandingkan harga di Pasar Rumput Manggarai.

Abdul Soleh (46), seorang pedagang, mengatakan, harga rata-rata daging sapi yang dijual pedagang di Pasar Minggu mencapai Rp 125.000 perkilogram. “Itu pun tergantung kualitas dagingnya. Kalau daging yang bagus ada yang jual Rp 140.000 perkilo,” ujarnya.

Soleh mengungkapkan, harga daging sapi yang tinggi membuat pembeli beralih ke komoditas lain seperti daging ayam. Padahal dengan harga jual saat ini saja dia mengaku hanya mendapat untung sedikit. “Paling ambil (untung) Rp 10.000 perkilo,” katanya.

Seorang pembeli, Masliyah (34), juga mengeluhkan mahalnya daging sapi. Dia mengaku kini jadi jarang membeli daging sapi buat keluarganya. “Dulu beli daging sapi bisa seminggu atau dua minggu sekali. Sekarang paling belinya (daging) ayam,” ujarnya.

Penulis: Gopis Simatupang

Editor: Gede Moenanto

Sumber: Warta Kota

%d bloggers like this: