Ibu Hamil, Makanlah Banyak Ikan Laut!

Ilustrasi ikan laut. [Istimewa]

Berbagai penelitian tentang kebutuhan gizi pada masa kehamilan dan menyusui menyebutkan pentingnya asam lemak omega 3 bagi kesehatan ibu hamil dan terutama perkembangan janin. Selain itu, omega 3 juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas air susu ibu, mengurangi depresi pasca melahirkan dan kemungkinan keguguran.

Menurut United States Food and Drug Administration dan National Institute of Health, dalam satu hari, ibu hamil memerlukan sekitar 300 mg omega 3. Dua jenis asam lemak Omega 3 yang paling banyak manfaatnya adalah EPA (eicosapentaenoic acid)  dan DHA (docosahexaenoic acid).

EPA mendukung kerja jantung, sistem kekebalan tubuh, dan respons inflamasi (peradangan tubuh). Sementara, DHA menunjang fungsi otak, mata, dan sistem saraf pusat yang sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui.

Sayang, Omega 3 ini tidak bisa dibuat oleh tubuh manusia sehingga harus diperoleh dari makanan sehari-hari. Untuk memeroleh asupan Omega 3, ibu hamil dan menyusui dapat mengonsumsi ikan laut seperti makarel, tuna, salmon, herring, dan lain-lain.

Menurut Head Marketing and Communication PT Toba Seafood, Gustav Nainggolan, masyarakat harus lebih selektif dalam mengonsumsi ikan-ikan tersebut. Seperti tidak tercemar logam berat, dan bahan baku yang digunakan benar-benar segar.

“Kesadaran masyarakat akan pentingnya omega 3 dengan mengkonsumi ikan, setiap tahunnya terus mengalami peningkatan,” kata Guztav.

Salah satu ikan yang terkenal dan dihasilkan di Indonesia adalah jenis makarel. Ikan makarel bahkan menjadi andalan bukan hanya domestik namun juga ekspor, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang,  Australia, dan negara Eropa Barat, kata Gustav. Pasalnya, ikan makarel kaya kalsium dan protein, serta memiliki omega 3 dengan kandungan EPA dan DHA yang mencapai 1000 mg.

Konsumsi ikan dianjurkan untuk siapa saja terutama ibu hamil. Dr. Widya Murni dalam bukunya “Rahasia Terkini Awet Sehat” menyebutkan, beberapa ikan sebaiknya dihindari untuk menghindari agen yang berpotensi menyebabkan kanker yakni merkuri.

Salmon, umumnya mengandung sedikit merkuri. Namun salmon yang diternak, katanya, bisa mengandung polutan yang berhubungan dengan kanker. Widya, dalam bukunya memberi peringatan agar masyarakat hati-hati dengan ikan jenis trout, tuna.

Walau kaya omega 3, zat besi, dan magnesium ternyata mengandung merkuri juga. “Batasi konsumsi Anda. Ikan hiu ternyata juga kaya akan merkuri,” ujar Widya seperti dikutip dari bukunya “Rahasia Terkini Awet Sehat”.

sumber : liputan6.com

%d bloggers like this: