Cara Menikmati Iga Goreng Tanpa Takut Kolestrol Naik

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Aroma sedap iga sapi goreng disertai sup bening dan nasi putih begitu menggoda untuk disantap.

iga-goreng-_160721213023-133

Bukan hanya aromanya, penampakan jenis kuliner ini seketika mampu meningkatkan gairah makan orang-orang yang melihatnya. Sambel hijau dan rawit yang tersaji di pinggir piring juga menarik untuk dicicipi.

Tekstur lembut daging iga yang telah masuk kemulut tak ayal menambah kelezatan menu baru di Hotel Horison Yogyakarta ini. Meskipun olahan iga sapi berpotensi meningkatkan kolestrol, para penggemar kuliner tidak perlu khawatir untuk menyantap makanan enak ini.

Pasalnya, menu iga sapi goreng ini telah dilengkapi penawar mujarab untuk menurunkan kolesterol, yakni jus mentimun.

“Sejak awal kami memang sengaja merancang menu Pak Gareng (Paket Iga Goreng) sebagai makanan yang tidak beresiko tinggi meningkatkan kolestrol. Karena sekarang kan banyak orang masuk rumah sakit akibat kolesterol tinggi,” tutur Food and Beverage Manager Horison Hotel, Abdul Rozaq Trenggono pada Republika, Kamis (21/7).

Menurut Trenggono, kelezatan iga sapi goreng di hotelnya muncul dari pengolahan makanan yang berkualitas. Baik dari proses maupun bahan bakunya. Antara lain, daging iga yang digunakan berasal dari sapi muda lokal yang baru berusia satu tahun. Sehingga tekstur dagingnya sangat empuk dan lembut.

Sementara itu, saus iga goreng sendiri diracik khusus oleh Chef Handoko. Maka itu, cita rasa yang dihasilkan berbeda dari olahan iga lainnya. Selain menyuguhkan kelezatan yang patut dicoba, menu Pak Gareng juga cukup ramah dompet. Satu porsi lengkap Pak Gareng berisi iga goreng, sup, nasi, dan jus mentimun hanya dibanderol Rp 50 ribu.

Kelezatan Pak Gareng pun tidak hilang saat sajian iga dan sup sudah habis dimakan. Karena kesegaran jus mentimun akan menyambung kenikmatan pengalaman makan siang anda. Juru masak Pak Gareng, Chef Handoko menuturkan, jus mentimun memang sengaja dicampur dengan berbagai bahan tambahan.

“Untuk jusnya kami mencampurkan melon, jeruk nipis, dan biji selasih,” katanya.

Adapun tahap pembuatan iga bakar sendiri, kata Handoko, dilakukan melalui proses yang tidak singkat. Antara lain di awali dengan merebus iga selama tiga jam, untuk kemudian digoreng dan mencampurkannya dengan saus rempah.

Untuk menjaga kesegaran daging iga, Horison Hotel sengaja menyediakan porsi terbatas Pak Gareng. Pasalnya daging iga yang digunakan tidak boleh melebihi waktu penyimpanan selama satu hari.

“Kalau dagingnya sudah disimpan lebih dari satu hari, ya sudah tidak bisa dipakai lagi,” kata Handoko. Maka itu untuk memesan menu spesial ini, pengunjung harus melakukan pemesanan terlebih dahulu.

sumber : gayahidup.republika.co.id

%d bloggers like this: