Rahasia Peternak Australia Menggemukkan Sapinya

Australia memiliki peranan penting dalam penyediaan sapi dan daging sapi di seluruh dunia. Tercatat, negara ini sudah mengekspor sapi ke negara-negara di Timur Tengah, Amerika Serikat, Cina, Jepang, serta negara-nega di kawasan Asia Tenggara..

Lembaga pemerhati dan peneliti industri daging dan ternak sapi, Meat and Livestock Australia (MLA), mencatat sudah tiga kali terjadi rekor jumlah daging dan ternak sapi yang diekspor Australia.

Dalam situs resminya, MLA mencatat 74 persen produksi sapi di Australia diekspor di tahun 2014, meski di tahun-tahun selanjutnya jumlahnya diprediksi akan menurun hingga di kisaran 70 persen.

Menurut David Spencer, salah satu peternak asal Australia, salah satu kunci keberhasilan Australia sebagai eksportir daging sapi adalah produk sapi-sapinya yang berkualitas tinggi.

“Di kawasan Australia utara kita memproduksi sapi-sapi dengan kualitas tinggi, karena kami selalu menjaga keaslian keturunan sapi-sapi unggulan,” ujar David saat ditemui di Royal Melbourne Show 2016 yang digelar di Melbourne Showgrounds.

Tak hanya itu, kawin silang dari bibit-bibit unggulan terus diupayakan agar dapat menghasilkan daging-daging berkualitas premium.

“Untuk mendapatkan daging yang berkualitas, kami serius menjaga keunggulan dari jenis-jenis sapi, bahkan bisa membutuhkan sampai 50 tahun untuk produksi daging yang sangat berkualitas,” jelas David.

“Daging premium kini mendapat pengaruh dari jenis daging wagyu yang memilki marbling, atau serat-serat putih yang tersebar pada daging.

Jenis daging ‘Wagyu’ dari Australia, yang memiliki lebih banyak ‘marble’ atau serat lemak putih.

Serat-serat ini sebenarnya adalah lemak yang baik bagi kesehatan, dibandingkan lemak pada daging biasa. Serat ini pun menciptakan sensasi gurih dan lumer di mulut.

“Harganya memang lebih mahal, tetapi semakin banyak orang-orang Asia yang sudah mengenal dan menggemari daging-daging empuk dengan kualitas premium, itulah alasannya peternak Australia harus menghasilkan produk daging dengan kualitas yang memenuhi kebutuhan.”

Mengapa Sapi-sapi di Indonesia Terlihat Lebih Kurus?

Menurut laporan keluaran Departemen Industri Primer di negara bagian New South Wales, sapi dewasa memiliki berat rata-rata sekitar 750 kilogram.

Seperti yang terlihat dalam penjurian sapi-sapi di Royal Melbourne Show, hari Minggu (25/9/2016). Sapi-sapi di Australia terlihat sangat besar dan gemuk.

Ketika ditanya mengapa sapi-sapi di Indonesia tidak memiliki karakter fisik yang sama, David mengatakan makanan bukan menjadi faktornya,

“Mungkin Anda [Indonesia] tidak memiliki dasar genetik yang kuat untuk sapi… belum lagi dengan turning over yang cepat, sehingga tidak menjaga keunggulannya,” jelasnya.

Mungkin dikarenakan kebutuhan yang tinggi pula sehingga daging lebih banyak dipotong dengan cepat, ketimbang terus dikawinkan dan diternakan untuk mendapatkan kualitas yang baik.

“Di Australia, peternakan-peternakan yang ada itu luasnya besar dan cukup produktif dalam menghasilkan produk-produk unggulan, mungkin di Indonesia skalanya masih terbilang kecil,” katanya.

Menanggapi soal kepemilikan asing dalam peternakan Australia, David menjelaskan pemerintah Australia harus bersikap terbuka, tapi tetap fleksibel.

“Asalkan masih memperkerjakan warga Australia, berinvestasi pada biaya operasional, dan membayar pajak, serta tidak tidak terlalu campur terlalu dalam untuk urusan teknis, saya rasa tidak ada masalah,” tegasnya.

David mengaku jumlah kepemilikan asing di sektor peternakan Australia, seperti milik investor China, saat ini masih kurang dari 1 persen.

Saat ini, India masih menjadi negara pengekspor daging sapi terbesar di dunia, sementara Australia berada di urutan ketiga, setelah Brazil, menurut laporan USDA di tahun 2016. (abc)

%d bloggers like this: