Archive for the ‘Tips’ Category

Makan Daging Panggang Takut Kanker, Begini Antisipasinya

Selamat pagi, semangat menjalani aktivitas hari ini semoga hari ini senantiasa seperti apa yang kita harapkan 🙂

Makanan panggang kerap kali disajikan ketika momen kebersamaan atau acara berkumpul bersama keluarga. Namun, banyak kekhawatiran bahwa makanan panggang dapat menimbulkan kanker.

Melansir dari situs Huffingtonpost.com, kekhawatiran seputar makanan panggang, kebanyakan daging, berkaitan dengan dua senyawa yang dikenal sebagai karsinogen, yaitu heterocyclic amines (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). HCA terbentuk dalam makanan kaya protein saat dimasak dengan panas sangat tinggi, dan bentuk PAH saat lemak membakar panggangan, menciptakan asap.

Menurut National Cancer Institute, penelitian menemukan bahwa makanan yang kaya HCA dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, usus besar, hati, kulit, paru-paru, prostat dan kanker lainnya. Diet tinggi PAH telah dikaitkan dengan leukemia.

Direktur nutrisi dan aktivitas fisik untuk American Cancer Society, Colleen Doyle-MS, RD, mengatakan bahwa tidak ada cukup bukti yang menyarankan agar Anda menghindari makanan panggang. Sebagai gantinya, ambil beberapa langkah ini untuk meminimalkan risiko kanker dari makanan panggang ;

  1. Bersihkan panggangan Anda.

Ada beberapa cara berbeda yang bisa Anda lakukan. Anda bisa menggosoknya dengan baking soda, atau Anda bisa menggunakan segel foil timah untuk menggosoknya.

  1. Masak daging tanpa lemak.

Memasak daging tanpa lemak berarti akan ada sedikit lemak yang menetes dan menimbulkan asap, yang berarti kurang potensial untuk kehadiran PAH. Pertimbangkan memilih ayam panggang (tanpa kulit adalah yang terbaik, karena mengandung sedikit lemak) dan ikan, karena mengandung kadar asam amino yang lebih rendah yang menyebabkan produksi HCA.

  1. Sebaiknya, daging dibuat setengah matang terlebih dahulu sebelum dipanggang.

Proses memasak hanya untuk mendapatkan rasa yang bagus dan rasa berasap. Atau, jika Anda benar-benar ingin memanggang sepenuhnya, pangganglah dalam suhu yang rendah. HCA mulai terbentuk, pada dan di atas 325 derajat Fahrenheit.

Jadi jika Anda menjaga suhu di bawahnya, Anda aman. Pastikan untuk memeriksa daging dengan termometer untuk memasaknya dengan suhu yang benar dan aman.

  1. Potong bagian yang hangus.

Menurut National Cancer Institute, membuang bagian daging yang hangus sebelum memakannya dapat mengurangi paparan HCA dan PAH.

Ingat, hingga saat ini, belum cukup penelitian yang dilakukan yang menunjukkan bahwa Anda harus berhenti makan daging panggang, sehingga Anda tetap bisa memanggang steak dan burger. Tapi jika Anda ingin berada di sisi yang aman, ikuti langkah-langkah yang baru saja kami cantumkan. Sumber : viva.co.id Semoga Bermanfaat 🙂

Mitra Boga Tama, Produsen, supplier, dan distributor berbagai jenis daging sapi lokal – impor, ayam, dan berbagai jenis sumber protein hewani lainnya dalam keadaan frozen yang dikemas secara rapih, ekonomis, dan higienish. Kami melayani pembelian skala kecil, menengah, maupun besar dengan pelayanan terbaik dan harga yang terjangkau, selain itu kami menyediakan pesan antar kerumah pembeli ( sesuai ketentuan ) dan untuk potongan daging dapat kami sesuaikan sesuai spesifikasi keinginan pembeli.

Nah menarik sekali bukan jika order daging sapi / ayam / sumber protein hewani lainnya pada kami. Untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan dapat hubungi kami :

Mitra Boga Tama :
Phone : 0811178631
Telpon : (021)5850528
Email : mitrabogatama@gmail.com

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Menu mpasi (makanan pendamping asi) daging giling dan sayur

Hallo Bunda, ada yang masih bingung bagaimana memberikan makanan pada anak saat usia sudah memasuki usia 6bulan ?

Pemberian makan pada anak sebaiknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan tubuhnya. Sebagai anak kecil yang sedang sibuk tumbuh berkembang, kebutuhan zat gizi tubuh anak sangat banyak loh. Jangan sampai dia kekurangan asupan zat gizi karena efeknya sangat fatal sekali, bahkan hingga kelak di usia dewasanya. ASI saja sudah tidak cukup buat anak di atas 6 bulan yaa Bun..Dalam pemberian MPASI, bayi boleh makan apa saja dari menu meja makan keluarga dan harus diperhatikan.

1. Jumlah takaran makanan yang diberikan

Pada awal MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali pemberian.

Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 ml) per kali pemberian. Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan sehingga bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 ml)  saat makan. –> ukuran cangkir/mangkok yg digunakan 250 ml.

Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ½ cangkir/mangkok (125 ml) –> ukuran cangkir/mangkok 250 ml.

Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ¾ – 1 cangkir/mangkok (175 – 250 ml) –> ukuran cangkir/mangkok 250 ml.

2. Tekstur makanan MPASI

Pada umur 6 bulan tekstur makanan MPASI yang diberikan adalah makanan lumat/halus (bubur saring, pure atau makanan yang ditumbuk/dihaluskan). Pastikan tekstur makanan MPASI tidak terlalu cair atau encer, jadi gunakan sedikit saja air. Jadi tekstur bubur cair, tapi jika sendok dimiringkan bubur tidak tumpah.

Kemampuan Fisik Bayi Untuk Makan:

Bayi umur 5 bulan baru belajar menggerakkan sendi rahangnya dan makin kuat refleks hisapnya. Bayi umur 7 bulan bisa membersihkan sendok menggunakan bibirnya. Bayi saat ini bisa menggerakkan sendi rahang naik-turun juga gigi masih sedikit pun biasanya baru punya gigi seri yang bertugas memotong bukan menggilas makanan, sehingga proses mengunyah dan hasil partikel kunyahan masih kasar.  Mulai umur 8 bulan bayi telah mampu menggerakkan lidah ke samping dan mendorong makanan ke gigi-geliginya, makin stabil menjaga keseimbangan dan memegang sehingga dia sudah bisa menerima makanan finger food.

Umur 10 bulan merupakan waktu kritis bayi diharapkan sudah bisa memakan tekstur makanan MPASI semi-padat, sehingga mulai kenalkan makanan lembek tanpa saring di umur 9 bulan. Jika terlambat menaikkan tekstur makanan maka anak akan semakin sulit memakan makanan yang lebih padat. Umur 12 bulan sendi rahang bayi telah stabil dan mampu melakukan gerakan rotasi sehingga sudah bisa lebih canggih dalam mengunyah tekstur makanan MPASI kasar.

Selain itu bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk memanipulasi makanan tekstur padat untuk bisa mengunyahnya hingga menjadi partikel yang lebih kecil untuk ditelan. Akibatnya bayi akan memakan jumlah makanan yang lebih sedikit,sehingga asupan makanannya kurang dan kekosongan kebutuhan tubuhnya akan tetap kosong.

3. Bahan Makanan

Pencernaan serta organ tubuh bayi sudah siap mengolah bahan makanan lain selain ASI dan susu formula. Jadi bayi sudah boleh makan berbagai jenis bahan makanan, bukan hanya buah aja. Pada umur 6 bulan, ginjal bayi telah berkembang dengan baik sehingga mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein seperti daging. Jadi, bukan menjadi alasan menunda pemberian daging merah, ikan dan telur. Supaya bayi tumbuh berkembang dengan baik sebaiknya kawal dengan pemberian menu protein hewani plus nabati.

Berikut ini contoh mpasi anak usia 10 bulan :

 

Untuk mendapatkan berbagai macam daging lokal-impor,kami Mitra Boga Tama supplier,reseller,dan distributor berbagai jenis daging sapi,ayam dan ikan dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk info lebih lanjut dan untuk pemesanan bisa hubungi kami dinomor contact dibawah ini:

Mitra Boga Tama:

Phone           : 0811178 631
Telpon          : (021)5850528
Email            : mitrabogatama@gmail.com
Website        :www.meatspecialist.co.id

10 Bahan Perendam Agar Daging Empuk dan Lezat

Salah satu tantangan saat mengolah daging merah seperti daging sapi atau kambing terletak pada cara Anda membuatnya jadi empuk saat dikunyah. Untuk mendapatkan daging yang empuk, biasanya daging harus direbus dalam waktu lama atau dipotong kecil-kecil. Namun, cara ini bisa mengurangi kelembutan teksturnya, dan membuatnya jadi kurang gurih karena jus-nya banyak hilang saat direbus.  Seperti yang telah dilansir dari berbagai sumber (Kamis, 4 Mei 2017) berikut trik agar daging empuk dan tetap terasa lembut:

1. Garam laut
Taburkan garam laut (bukan garam dapur) ke seluruh permukaan daging. Diamkan selama satu jam, baru kemudian diolah. Garam akan membantu menghancurkan ikatan protein yang ada di dalam daging sehingga daging akan terasa lebih empuk.

2. Teh
Teh tak hanya punya berkhasiat untuk kesehatan saja, tapi juga untuk mengempukkan daging. Kandungan tanin di dalamnya berfungsi sebagai pengempuk alami. Buat 1-2 cangkir teh hitam yang pekat, diamkan sampai agak dingin kemudian rendam daging (marinade) dalam air teh beberapa menit.

3. Jus jeruk, cuka, atau wine
Cairan yang memiliki kandungan asam bisa membantu melembutkan otot dan serat daging sekaligus menambah rasa. Gunakan saja jus  yang punya kandungan asam tinggi seperti lemon, jeruk nipis, atau nanas. Sedangkan untuk cuka, Anda bisa menggunakan aneka cuka seperti cuka apel, balsamic, atau cuka yang ada di dapur. Jika ingin daging lebih punya rasa yang unik, anggur merah bisa digunakan untuk bahan perendam. Kandungan tanin dalam anggur merah bisa membantu melembutkan daging.

4. Saus tomat
Tomat juga mengandung asam yang cukup tinggi. Maka melumuri daging dengan saus tomat juga bisa membantu membuatnya empuk. Kandungan asam ini juga menjadi alasan utama mengapa tomat dijadikan sebagai saus BBQ dan dioleskan ke atas daging sebelum dibakar.

5. Bir
Seperti halnya wine, bir juga bisa mengempukkan daging sekaligus menambah rasanya. Senyawa tanin dan Alpha Acid dalam bir punya peran penting dalam proses ini. Caranya, rendam saja daging dalam bir selama satu jam.

6. Cola
Mungkin Anda sudah sering mendengar aneka olahan daging yang dimasak dengan campuran cola. Selain menghasilkan rasa yang unik, ternyata cola juga berperan untuk mengempukkan daging. Rendam daging dalam cola (bukan cola diet) minimal 30 menit. Kandungan asam dalam cola menjadi katalis untuk melembutkan otot daging.

7. Jahe

Enzim proteolitik alami yang terkandung dalam jahe berfungsi untuk mengurai ikatan protein dalam daging sehingga jadi lebih empuk. Lumuri daging dengan jahe yang sudah diparut selama beberapa menit sebelum mengolahnya.

8. Kopi
Selain nikmat diminum, kopi juga menjadi bahan pelembut daging alami sekaligus memperkuat rasa daging. Untuk menggunakannya, panaskan satu gelas kopi kental, kemudian dinginkan dan gunakan untuk merendam daging. Rendam selama 24 jam sampai daging empuk baru diolah.

9. Mentega susu dan yogurt
Kedua bahan ini memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Produk ini juga mengandung kalsium yang bisa mengaktifkan enzim dalam daging untuk memecah protein.

10. Nanas, kiwi, dan pepaya
Buah-buahan ini mengandung enzim nabati yang mampu melarutkan protein dan jaringan ikat pada daging. Untuk mengempukkan daging, buah-buahan ini bisa dihaluskan atau dipotong tipis. Kemudian gunakan untuk melumuri daging dan diamkan beberapa jam sebelum dimasak.

Dan untuk mendapatkan Daging sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Mitra Boga Tama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Merebus Iga Sapi Agar Matang Sempurna

Salah satu kunci kelezatan rasa masakan berbahan iga sapi adalah tekstur daging iga yang empuk dan tentu saja masak dengan sempurna. Ada cara khusus agar daging iga dapat empuk. Tidak hanya cara pemilihan bahan yang tepat tapi juga cara masak yang tepat. Ada berbagai cara untuk memasak iga sapi. Dengan panci biasa atau memakai panci bertekanan.

berikut ini adalah cara untuk memasak iga sapi yang dilansir dari berbagai sumber (Rabu, 3 Mei 2017) agar hasilnya dapat empuk dan masak sempurna. Yuk, simak tipsnya di bawah ini.

  • Pemilihan Bahan yang Tepat

    Jika anda ingin mendapatkan daging iga sapi yang enak, maka pemilihan bahan harus anda lakukan. Pilih iga sapi yang muda, karena lebih cepat masak dan tentu saja tidak amis. Pilih yang memiliki lapisan lemak tips berwarna putih bukan kuning.

  • Manfaatkan Beras

    Untuk mengukur kematangan iga sapi, anda dapat memanfaatkan beras. Jadi rebus iga sapi dengan beras. Jika beras mulai lumer dan hancur, maka daging iga sapi sudah mulai empuk dan matang dengan sempurna.

  • Direbus dalam Panci Bertekanan

    Panci bertekanan dapat menghemat waktu masak iga sapi. Tentu saja iga sapi pun sudah pasti lebih empuk. Masukkan iga sapi dalam panci tekan, tambahkan air jangan melebihi batas. Masak selama 30 menit. Setelah itu iga sapi dapat ditambahi bumbu dan direbus sebentar.

  • Direbus dalam Panci Biasa

    Jika anda tidak memiliki panci tekan, tidak perlu khawatir. Anda dapat merebus iga sapi dalam panci biasa. Didihkan air, lalu masukkan iga sapi. Masak dengan api kecil. Ambil kotoran yang menggumpal, tambahkan bumbu. Masak terus dengan api kecil hingga daging empuk.

Anda, demikian 4 cara memasak iga sapi agar daging dapat masak dengan sempurna serta empuk. Jadi, sudah siap masak iga sapi hari ini?

Dan untuk mendapatkan Iga sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Mitara Boga Tama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Memasak Daging Sapi untuk Mengurangi Kadar Lemak

Anda sedang berdiet? Pasti anda sebisa mungkin menahan diri untuk tidak mengonsumsi daging sapi karena khawatir lemak yang terkandung di dalamnya akan merusak program diet Anda. Selain itu, lemak sapi yang terlalu banyak menumpuk juga rawan menyebabkan kolesterol.

Sebenarnya, ada sebuah cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kadar lemak dalam daging sapi tersebut sehingga lebih aman bagi tubuh Anda. Bagaimana caranya? Yuk mari simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum dari laman haristeeter.com.

  1. Keluarkan daging sapi yang telah disimpan di dalam freezer dan potong dengan ukuran lebar 10 cm dan tebal 1 cm.
  2. Lalu, panaskan penggorengan selama 5 menit dengan api sedang dan jangan tambahkan minyak di atasnya.
  3.  Setelah itu, masak selama 10 hingga 12 menit sampai benar-benar matang dan tidak berwarna merah muda lagi.
  4. Lalu, angkat daging sapi tersebut dan letakkan pada piring yang telah dialasi dengan tiga lembar tisu makan. Balik setiap 30 detik dan biarkan selama kurang lebih 1 menit.
  5. Setelah selesai, daging sapi dengan kadar lemak yang berkurang tersebut siap diolah sesuai yang Anda inginkan.

Nah, mudah bukan ternyata cara mengurangi lemak dalam daging sapi? Sekarang anda tidak perlu khawatir lagi akan lemak yang dapat berpotensi menimbulkan masalah. Silahkan dicoba ya.

Dan untuk mendapatkan Daging sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Mitra Boga Tama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Tips Panggang Iga Sapi agar Nikmat dan Lezat Sempurna

Tips Panggang Iga Sapi agar Nikmat dan Lezat Sempurna

TEKNIK memanggang bisa dikatakan sebagai teknik masak yang paling simpel. Banyak olahan masakan yang lezat diolah dengan cara dipanggang, salah satunya iga.

Untuk menghasilkan iga panggang yang nikmat, ada beberapa tips dan trik yang harus dilakukan. Dilansir dari Okezone.com, Jumat (05/4/2017) memanggang iga harus dengan bara yang panas.

Suhu ideal memanggang iga adalah di kisaran 107 derajat Celcius dengan waktu pemanggangan yang disesuaikan dengan jumlah dan besarnya ukuran iga sapi. Jika Anda memanggang iga menggunakan alat panggang oven maka prosesnya akan lebih mudah karena suhu dalam oven lebih stabil.

Memanggang iga dalam oven sebaiknya dilapisi dulu dengan kertas alumunium foil supaya minyak dan sari daging sapi tidak terbuang sia-sia. Tapi ini tak bisa digunakan ketika iga dipanggang di atas bara kayu.

Sebelum dipanggang, iga bisa dilumuri dengan bumbu terlebih dulu. Selama proses pemanggangan juga bisa sambil diolesi bumbu. Namun untuk hasil maksimal, iga bisa dimarinasi dulu selama semalaman agar bumbunga menyerap sempurna.

Dan untuk mendapatkan Iga sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Mitra Boga Tama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Selamat mencoba tips ini dan semoga keluarga di rumah suka.

Sumber: Okezone.com

Tips Mengolah Daging Iga agar Empuk & Juicy

Tips Mengolah Daging Iga agar Empuk & Juicy

DAGING iga identik dengan teksur alot karena diambil dari bagian tulang iga atau tulang rusuk. Meskipun begitu, bukan berarti Anda tidak dapat memperoleh olahan daging iga yang lembut dan empuk.

Daripada penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya, sebagaimana dikutip dari  Okezone , Selasa (04/03/2017).

Bersihkan lapisan lemak

Untuk mendapatkan tekstur ideal, yang perlu Anda lakukan hanya membuang lapisan lemak pada daging. Lapisan inilah yang akan mengeras saat daging dibakar.

Teliti saat membakar

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan kebanyakan orang saat mengolah daging iga adalah terlalu cepat atau terlalu lama membakar. Ciri daging iga yang telah masak sempurna, ditandai dengan tekstur yang sedikit lepas dari bagian tulangnya.

Hindari api terlalu besar

Ingin menyantap daging iga yang empuk dan juicy? Caranya mudah kok. Yang perlu Anda lakukan adalah cukup bakar daging iga pada suhu yang pas. Api yang terlalu besar justru akan membuat daging menjadi kering dan keras.

Dan untuk mendapatkan Iga sapi yang berkualitas baik, anda bisa menghubungi Mitra Boga Tama sebagai produsen, supplier/pemasok, dan distributor/penyalur berbagai jenis daging impor-lokal.

Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Selamat mencoba tips ini dan semoga keluarga di rumah suka.

Sumber: Okezone.com