Archive for the ‘Tips’ Category

Trik Masak Kaldu Daging, Perlukah Air Rebusan Pertama Dibuang?

 

Pernah dengar kalau ingin mendapatkan kaldu daging yang bening kita harus merebus daging sebanyak dua kali?

Air rebusan pertama harus dibuang dan air dari rebusan kedua yang akan digunakan.

Lalu, banyak yang bertanya tidakkah kita malah membuang kaldu daging kalau air rebusan pertamanya dibuang?

 Jawabannya adalah tidak, dengan syarat kita tahu cara merebus yang benar. Rebusan pertama harus dilakukan dalam air mendidih, jadi juice tetap terkunci dalam daging dan tidak ada yang terbuang.

Nah, rebusan kedua baru dilakukan dalam air dingin sehingga juicenya akan keluar. Mudah kan?

Dengan penjelasan lengkap di atas, kita tidak perlu lagi bingung antara merebus daging di air dingin atau mendidih.

Kuncinya sesuaikan saja dengan jenis makanan yang dibuat. Mudah dan pasti bisa ditiru setiap orang.

Pilih Air Dingin atau Panas?

Sudah tahu kan kalau segala jenis daging mulai dari ayam, sapi dan kambing punya kaldu atau juice yang jadi sumber kenikmatannya.

Kaldu inilah yang perlu kita pertahankan ketika memasak supaya masakan betul-betul gurih alami.

Sebenarnya, banyak teknik memasak yang bisa kita pelajari untuk membuat kaldu yang nikmat.

Tapi saking banyaknya, orang-orang malah bingung teknik mana yang paling tepat.

Ada yang bilang daging harus direbus di air dingin. Ada juga di air mendidih.

Bingung?

Ternyata merebus daging di air dingin dan air mendidih punya hasil yang berbeda, lo. Jadi, kita harus tahu supaya hasil kaldunya maksimal.

Bedanya Air Dingin dan Air Mendidih
Tahukah kamu, daging akan mengeluarkan efek yang berbeda ketika direbus dengan air dingin atau air mendidih. Yuk, kita cari tahu,

Air Dingin : Pori-pori daging akan terbuka dan juice akan keluar.

Air Mendidih : Pori-pori daging akan terkunci sehingga juice tetap ada dalam daging.

Jadi Mana yang Lebih Baik?

Jadi, kalau ditanya mana yang lebih baik, jawabannya tergantung masakan yang akan dibuat.

Jika ingin membuat sup yang kita makan kuahnya, tentu lebih baik rebus dengan air dingin.

Dengan begitu, pori-porinya akan terbuka, juice akan keluar dan kuah sup bisa sedap maksimal.

Tapi, kalau ingin membuat masakan yang kita makan dagingnya, misalnya empal dan ayam kuning, pastikan memasukkan daging ketika air telah mendidih, ya.

Karena kita ingin daging yang masih juicy dan bukannya kering karena juice nya telah keluar. Sumber : http://www.tribunnews.com
Semoga Bermanfaat 🙂
Advertisements

Tips Mengolah Babat Sapi Agar Empuk dan Tak Bau

Selamat pagi.. tetap semangat menjalani aktivitas 🙂 Membuat olahan dari babad sapi sepertinya cocok untuk menemani akhir pekan bersama keluarga tercinta 🙂 Soto babat, nasi goreng babat, dan babat gongso adalah beberapa jenis olahan babat sapi yang banyak digemari. Tapi mungkin tak banyak yang tahu bahwa ada proses panjang untuk membuat bahan makanan yang sebelumnya dianggap menjijikkan tersebut menjadi sajian yang menggoyang lidah.

 

Mengolah jeroan sapi, termasuk babat, memang gampang-gampang susah. Harus diperhatikan benar proses pembersihannya agar babat sapi lebih menarik dipandang mata dan baunya tidak menyengat. Tantangan lainnya adalah bagaimana mengempukkan babat yang teksturnya cenderung alot dan membuat bumbu lebih meresap ke dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengolah babat sapi :

1. Pemilihan jenis babat. Babat yang bermotif seperti sarang lebah konon bisa lebih mudah menyerap bumbu karena polanya seperti spons. Sementara yang bisa cepat empuk adalah babat omasum yang berlapis-lapis seperti lembaran buku dan permukaannya mirip handuk.
2.Membersihkan babat. Babat yang belum dibersihkan biasanya berwarna hijau kusam, abu-abu, atau hitam. Untuk itu anda perlu membuang isi perutnya dan membilasnya sampai benar-benar bersih. Rebus babat dalam air mendidih, kemudian sikat/kerik babat sampai bersih di air mengalir. Buang pula lapisan bagian dalamnya. Rendam babat yang sudah dikerik di dalam air kapur sirih sambil diremas-remas sampai baunya hilang, kemudian bilas lagi dengan air. Bila baunya masih tajam, bisa direndam lagi dalam air jeruk nipis, lalu bilas. Agar tidak terlalu repot, carilah babat yang warnanya lebih cerah karena biasanya sudah dibersihkan dari isi perutnya. Babat yang berwarna putih bersih kemungkinan direndam dalam klorin untuk membunuh kuman. Karena itu, perlu pembilasan beberapa kali supaya bau klorinnya hilang.
3. Agar babat empuk dan tidak bau. Rebus babat dalam air mendidih bersama daun salam, lengkuas, serai, jahe, atau daun jeruk hingga empuk. Rempah daun tersebut juga berfungsi mengurangi aroma tidak sedap dari babat. Jenis babat, seperti dijelaskan sebelumnya, bisa turut mempengaruhi lama perebusan dan tingkat keempukan. Bila ingin menyingkat waktu, babat bisa direbus di dalam panci bertekanan selama ± 30 menit. Buang air rebusan babat, jangan gunakan untuk memasak karena baunya tidak sedap. Semoga bermanfaat 🙂 Sumber : http://www.kabarkuliner.com

Jika Anda membutuhkan pasokan babat sapi dalam jumlah kecil/besar, silahkan hubungi Mitra Boga Tama

Mitra Boga Tama, Produsen, supplier, dan distributor berbagai jenis daging sapi lokal – impor, ayam, dan berbagai jenis sumber protein hewani lainnya dalam keadaan frozen yang dikemas secara rapih, ekonomis, dan higienish. Kami melayani pembelian skala kecil, menengah, maupun besar dengan pelayanan terbaik dan harga yang terjangkau, selain itu kami menyediakan pesan antar kerumah pembeli ( sesuai ketentuan ) dan untuk potongan daging dapat kami sesuaikan sesuai spesifikasi keinginan pembeli.

Nah menarik sekali bukan jika order daging sapi / ayam / sumber protein hewani lainnya pada kami. Untuk informasi lebih lanjut dan untuk pemesanan dapat hubungi kami :

Mitra Boga Tama :
Phone  : 0811178631
Telpon : (021)5850528
Email   : mitrabogatama@gmail.com

Cara Menyimpan Daging Sapi di Kulkas

Cara menyimpan daging sapi di kulkas tidaklah sulit. Daging mentah pada dasarnya cukup aman dikonsumsi hanya sampai tiga hari kalau Anda simpan di refrigerator atau kulkas. Namun, bila berencana menyimpannya untuk waktu lama, membekukannya merupakan strategi yang tepat.

Seperti dikutip dari healthline, Kamis (23/8) sebelum membekukannya, masukkan daging mentah yang sudah bersih ke dalam plastik kedap udara, baru dimasukkan ke freezer atau dibekukan. Langkah ini bisa membuat daging awet selama beberapa bulan.

Seberapa lama Anda bisa mengawetkan daging tergantung dari temperatur penyimpanan (kulkas) yang Anda pakai. Namun, pada umumnya tempat penyimpanan (pembekuan) sebaiknya sekitar 0 derajat Fahrenheit atau -17,8 derajat Celsius. Suhu seperti ini dapat mempertahankan kesegaran daging dan gizi di dalamnya. Buatlah refrigerator/ kulkas atau penyimpanan yang Anda miliki berada dalam suhu 34 derajat Fahrenheit atau sekitar 1,1 derajat Celsius.

Sebelum Disimpan

Sebelum menyimpan daging kurban dalam kulkas, ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan. Yuk, kita simak penjelasannya satu per satu di sini.

Jangan Dicuci

Mungkin kita berpikir kalau daging harus dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan. Tapi sebaiknya tidak dicuci. Kenapa? Karena kalau dicuci, kuman-kuman bisa masuk ke dalam pori-pori daging. Kualitasnya pun jadi rusak. Lebih baik dicuci kalau pas sudah siap mengolahnya saja.

Daging Dipotong Dulu

Siapkan plastik-plastik kecil, ukuran 1/2 atau 1 kg. Lalu, potong-potong daging terlebih dahulu untuk dimasukkan dalam kantong-kantong plastik tersebut. Plastik yang digunakan yang bening atau transparan, jangan pakai kresek hitam, ya.

Nanti ketika butuh daging untuk dimasak, kita tinggal mengambil potongan sesuai dengan kebutuhan kita dan sisa daging bisa tetap beku dan terjaga kualitasnya. Lebih mudah dan praktis juga, kan?

Simpan dalam Kulkas Selama 4-5 Jam

Sebaiknya memang daging tak langsung dimasukkan dalam freezer. Simpan dulu dagingnya di dalam kulkas yang sejuk selama sekitar 4-5 jam. Nanti kalau sudah dingin, baru dimasukkan dalam freezer.

Tips Tambahan:

Ketika akan mencairkan daging, jangan menggunakan air panas, ya. Letakkan daging beku yang masih terbungkus plastik di bawah air kran. Baru ketika daging sudah empuk, plastik bisa dibuka, dan daging baru dicuci bersih. Setelah ditiriskan, daging siap untuk diolah. sumber :https://www.liputan6.com/

Daging Rendang Empuk Sempurna, Ini Tipsnya

Rendang telah menjadi masakan terenak di dunia sejak beberapa tahun terakhir. Daging adalah salah satu bahan utama rendang yang sangat enak bila teksturnya empuk ketika dimakan.

Sayangnya, jika salah memasak rendang bakal jadi alot dan susah dikunyah. Di artikel berikut ini, Vemale bakal hadirkan tips untuk membuat rendang daging yang empuk dan lezat.

Trik pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memipihkan daging. Potong-potong daging yang telah dicuci bersih.

Selanjutnya, pipihkan potongan daging tersebut. Hal ini bertujuan supaya daging tidak terlalu tebal sehingga daging menjadi lebih empuk. Caranya sangat mudah, tinggal pukul-pukul dengan alat pemukul daging hingga daging jadi agak pipih, setelah itu olah dengan bumbu rendang andalanmu.

Daging Rendang Empuk Sempurna, Ini Tipsnya

Kamu juga bisa memanfaatkan daun pepaya. Caranya balut daging yang sudah dibumbui dengan daun pepaya selama kurang lebih satu jam. Enzim dalam daun pepaya ini akan membantu daging jadi lebih empuk.

Last but not least adalah dengan menggunakan buah nanas. Kamu tinggal menggunakan nanas yang sudah diparut ataupun diblender.

Pilih nanas muda karena memiliki kandungan enzim bromelin yang ampuh untuk menguraikan serat pada daging sapi sehingga daging menjadi empuk. Baluri saja daging dan diamkan selama kurang lebih 30 menit. Cuci daging sampai bersih dan olah sesuai selera.

Nah, itu tadi tips mudah yang bisa kamu coba Ladies. Semoga bermanfaat ya..

sumber : https://www.liputan6.com/

Daging Rendang Empuk Sempurna, Ini Tipsnya

Rendang telah menjadi masakan terenak di dunia sejak beberapa tahun terakhir. Daging adalah salah satu bahan utama rendang yang sangat enak bila teksturnya empuk ketika dimakan.

Sayangnya, jika salah memasak rendang bakal jadi alot dan susah dikunyah. Di artikel berikut ini, Vemale bakal hadirkan tips untuk membuat rendang daging yang empuk dan lezat.

Trik pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memipihkan daging. Potong-potong daging yang telah dicuci bersih.

Selanjutnya, pipihkan potongan daging tersebut. Hal ini bertujuan supaya daging tidak terlalu tebal sehingga daging menjadi lebih empuk. Caranya sangat mudah, tinggal pukul-pukul dengan alat pemukul daging hingga daging jadi agak pipih, setelah itu olah dengan bumbu rendang andalanmu.

Daging Rendang Empuk Sempurna, Ini Tipsnya

Kamu juga bisa memanfaatkan daun pepaya. Caranya balut daging yang sudah dibumbui dengan daun pepaya selama kurang lebih satu jam. Enzim dalam daun pepaya ini akan membantu daging jadi lebih empuk.

Last but not least adalah dengan menggunakan buah nanas. Kamu tinggal menggunakan nanas yang sudah diparut ataupun diblender.

Pilih nanas muda karena memiliki kandungan enzim bromelin yang ampuh untuk menguraikan serat pada daging sapi sehingga daging menjadi empuk. Baluri saja daging dan diamkan selama kurang lebih 30 menit. Cuci daging sampai bersih dan olah sesuai selera.

Nah, itu tadi tips mudah yang bisa kamu coba Ladies. Semoga bermanfaat ya..

sumber : https://www.liputan6.com/

Tips & Cara Agar Daging Sapi Cepat Empuk Saat Dimasak

Dagig sirloin

Daging sirloin

Memasak daging sapi kadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil daging yang empuk. Meski demikian, sebenarnya ada tips bagaimana cara membuat daging sapi cepat empuk. Berikut yang bisa Anda coba lakukan:

Daging yang liat bisa diempukkan dengan membungkusnya memakai daun pepaya. Kandungan zat papain dalam daun pepaya bisa mengempukkan daging. Tapi ingat, jangan terlalu lama membungkus daging menggunakan daun pepaya agar daging tidak berantakan dan tidak terasa seperti daging sapi lagi. Bungkus dan diamkan daging sapi selama sekitar 30 menit.

Selain daun pepaya, bisa juga digunakan buah nanas yang masih muda. Caranya, parut nanas muda kemudian balurkan pada daging sapi. Tunggu selama 1 jam dan daging pun akan lebih cepat empuk saat dimasak.

Menambah segenggam beras pada rebusan daging atau buntut sapi juga bisa membuatnya lebih cepat empuk. Caranya cukup dengan memasukkan segenggam beras pada air rebusan daging. Bila beras itu hancur bercampur dengan daging atau buntut sapi, berarti daging atau buntut sudah empuk.

Bila Anda kurang puas dengan cara-cara mengempukkan daging diatas, Anda bisa mencoba menggunakan meat tenderizer (bubuk pengempuk daging) yang bisa Anda beli di toko. Potong daging sesuai ukuran yang diinginkan. Cuci bersih daging dengan air bersih. Campur 1 sdm (10 gr) pengempuk daging kedalam ¾ gelas air. Aduk rata dan masukkan daging kedalam larutan pengempuk. Diamkan selama 10 menit. Selanjutnya daging boleh dibilas atau langsung di masak.

Nah, setelah Anda melakukan salah satu dari empat cara mengempukkan daging sapi di atas, saatnya sekarang Anda untuk memasak daging proses yang lebih cepat.

Sumber: kabarimbo.com

Sedang Diet, Jangan Takut Konsumsi Daging Sapi

 

Bagi Anda yang sedang diet tidak perlu menghindari daging sapi. Konon katanya mengkonsumsi daging sapi membuat tekanan darah tinggi, dan bisa menambah berat tubuh Anda. Padahal daging sapi mempunyai nutrisi yang hebat.

Pola makan yang sehat adalah terpenuhinya gizi, berimbang, dan beragam. Dalam piramida makanan sehat, protein menempati posisi keempat dari bawah setelah air putih, kabohidrat, serta vitamin dan mineral. Di atasnya ada makanan berlemak, manis, serta suplemen kalsium dan vitamin.

Artinya, konsumsi sumber protein seperti daging, telur, ikan, kacang-kacangan, susu, yogurt, dan keju sangat penting, meski jumlahnya tidak sebanyak tiga lapisan piramida di bawahnya. Walau demikian, banyak yang takut makan daging karena khawatir gemuk atau tekanan darahnya naik.

Untuk lebih amannya simak tips berikut supaya daging yang kita konsumsi lebih aman untuk dikonsumsi :

  • Saat anda hendak membeli daging pandai-pandailah memilih daging yang masih baik yaitu daging yang masih segar dan baru serta pilihlah daging yang memiliki sedikit kandungan lemaknya.
  • Pilihlah daging yang tidak mengandung lemak, anda bisa minta kepada penjualnya untuk memilihkan daging yang tanpa lemak atau jika anda tidak mau repot anda bisa membelinya di supermarket yang besar biasanya sudah tersedia dengan label tanpa lemak.
  • Jika daging yang anda beli ternyata mengandung lemak, anda bisa membuang bagian daging yang berlemak tersebut dengan pisau yang tajam sebelum anda mengolah dan memasak daging tersebut.
  • Sebaiknya daging direbus atau dipanggang hindari menggoreng daging dengan minyak goreng karena akan meningkatkan kadar lemak serta kolesterol, jika anda ingin menggoreng daging lebih baik menggunakan minyak zaitun memang agak mahal tapi sangat baik untuk mengatasi kolesterol.
  • Daging yang dipanggang biasanya akan mengeluarkan minyak maka anda bisa mengurangi kelebihan minyak tersebut denggan menggunakan tisu minyak supaya kadar minyak dari daging yang dipanggang bisa banyak berkurang.
  • Sebaiknya anda tidak terlalu sering dan berlebihan dalam mengkonsumsi daging merah seperti daging sapi, daging kambing atau daging merah lainnya, dengan anda membatasi mengkonsumsi daging merah berlebih maka bagus juga untuk kesehatan. sumber : http://www.viva.co.id

Semoga bermanfaat 🙂